Globalindobuzz.net, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyebut lembaga yang dipimpinnya menghadapi tantangan baru dalam menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat. Selain menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar komunikasi pemerintah menjadi alat persatuan nasional, Bakom RI akan mempelajari pengaruh algoritma dan kecerdasan buatan atau AI terhadap penyampaian narasi pemerintah.

Syahganda mengatakan teknologi digital dapat memengaruhi cara pesan pemerintah diterima publik. Ia bahkan menilai gagasan Presiden Prabowo dapat mengalami distorsi ketika berhadapan dengan perkembangan AI.

"Tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI dan lain-lain. Jadi kita akan masuk juga ke sana," kata Syahganda di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang akan dipelajari Bakom RI melalui tim khusus. Langkah itu disiapkan untuk memahami dampak algoritma serta AI terhadap komunikasi pemerintah.

Bakom RI Hadapi Tantangan Algoritma dan AI

Syahganda menilai pemikiran yang disampaikan Presiden Prabowo pada dasarnya bersifat konstitusional. Namun, menurut dia, perkembangan teknologi digital dapat membuat gagasan tersebut tidak diterima secara utuh oleh masyarakat.

"Pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi, distorsi oleh kekuatan AI itu," ujarnya.

Ia melihat perkembangan AI akan membuat persaingan narasi semakin banyak berlangsung melalui teknologi non-manusia. Karena itu, kemampuan membaca pola distribusi informasi digital dinilai menjadi bagian dari tantangan komunikasi pemerintah ke depan.

"Ke depan itu pertarungan kita itu pertarungan narasi yang dikuasai oleh non-human. Non-human itu namanya Artificial Intelligence," ucap Syahganda.

Rencana mempelajari algoritma dan AI tersebut ditempatkan dalam konteks upaya Bakom RI menjaga agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tetap berjalan. Lembaga tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan dari pemerintah, tetapi juga membuka ruang agar aspirasi masyarakat dapat kembali diterima pemerintah.

Prabowo Arahkan Komunikasi Pemerintah Jadi Alat Persatuan

Syahganda mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar komunikasi pemerintah digunakan sebagai alat persatuan nasional. Arahan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Bakom RI dalam menjalankan tugasnya.

"Arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional," ujar Syahganda seusai dilantik sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Untuk menjalankan arahan tersebut, Syahganda mengatakan jajarannya akan memastikan pesan pembangunan dan gagasan utama Presiden dapat disampaikan secara transparan dan inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, tugas Bakom RI tidak berhenti pada penyampaian informasi pemerintah. Lembaga tersebut juga memiliki tugas menjaga narasi dan peradaban bangsa melalui komunikasi yang dibangun bersama berbagai pihak.

"Intinya kan komunikasi dan narasi. Jadi, kalau Badan Komunikasi ya pasti kita untuk menjaga peradaban," tuturnya.

Dialog Pemerintah dan Media Jadi Bagian Strategi Komunikasi

Salah satu pendekatan yang akan dioptimalkan Bakom RI adalah memperkuat ruang dialog dengan insan pers. Syahganda menyebut komunikasi dua arah dibutuhkan agar informasi tidak hanya bergerak dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membawa pesan publik kembali kepada pemerintah.

"Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah," ujar Syahganda.

Pola tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka. Di sisi lain, tantangan algoritma dan AI membuat distribusi informasi menjadi persoalan yang juga perlu diperhatikan oleh lembaga tersebut.

Syahganda juga menyatakan komitmennya memberikan kepercayaan dan porsi kerja yang besar kepada Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono yang usianya lebih muda darinya. Menurut dia, pembagian peran tersebut ditujukan untuk mendukung efektivitas kinerja lembaga.

Syahganda dan Fadli Tri Hartono Resmi Dilantik

Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI dan Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom RI di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Keppres itu ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.

Dengan pelantikan tersebut, Syahganda mulai menjalankan tugas memimpin lembaga komunikasi pemerintah dengan mandat yang mencakup penyampaian pesan pembangunan secara transparan dan inklusif.

Di saat yang sama, Bakom RI menghadapi persoalan distribusi informasi yang menurut Syahganda semakin dipengaruhi algoritma dan AI. Karena itu, lembaga tersebut akan menyiapkan tim khusus untuk mempelajari persoalan tersebut, sembari memperkuat dialog antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Baca Juga: AS Kerahkan 9.000 Personel ke Timur Tengah, Minyak Ikut Memanas